Jumat, 13 September 2013

Sudah Syar'ikah Hijabku ?

Inilah poin- poin penting yang baru kuketahui dan penting untuk dishare :
• Hijab syar’i terdiri dari jilbab sepanjang bawah mata kaki dan khimar/kerudung menutup dada.
• Jilbab lain dengan kerudung, karena jilbab adalah pakaian longgar yang menutup (cover) seluruh tubuh, bukan sekedar membungkus (wrap).
• Yang dikategorikan jilbab antara lain: gamis, jubah, mantel sampai bawah mata kaki (lebih panjang malah lebih baik).
• Rumus hijab syar’i = pakaian rumah (ats tsaub) + jilbab + khimar – tabarruj
• Tabarruj adalah berhias berlebihan, bertingkah laku berlebihan sehingga menarik perhatian lawan jenis bukan mahram.
• Tujuan berhijab adalah untuk menutupi kecantikan/perhiasan wanita, bukan malah menjadi perhiasan baru * (ini yang paling jlebb, sebab sengaja atau nggak, kita juga pengen terlihat cantik kan dengan pakai hijab?)
• Tidak perlu tutorial hijab segala macam, seharusnya cukup QS An Nur: 31 (perintah menutupkan kain kerudung ke dada) dan QS Al Ahzab:59 (perintah mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh, sehingga yang terlihat hanya muka dan kedua telapak tangan).
• Sejatinya hijab itu menyederhanakan yang rumit, bukan merumitkan yang sederhana kehidupan wanita terdiri dari kehidupan khusus dan kehidupan umum.
• Kehidupan khusus adalah kehidupan wanita di
rumahnya sendiri bersama para mahramnya. Dalam kehidupan khusus ini wanita boleh memakai ats tsaub/pakaian rumah yang dapat memperlihatkan
perhiasannya (antara lain leher, tangan,
kaki, dsb) atau anggota wudhunya.
• Jika di rumahnya tersebut ada pria non mahram, wanita tersebut hendaknya mengenakan ats tsau yang lebih panjang (menutupi auratnya) ditambah khimar.
• Sedangkan kehidupan umum wanita meliputi tempat- tempat umum dimana wanita tersebut beraktivitas, seperti: kantor, sekolah, pasar, masjid, rumah sakit, kampus, dll.
• Dalam kehidupan umum ini wanita diwajibkan memakai hijab syar’i yang meliputi ats tsaub, dirangkap dengan jilbab dan khimar, plus kaos kaki.
• Syarat hijab syar’i adalah tidak membentuk lekuk tubuh, tidak transparan, tidak ketat, bukan merupakan pakaian syuhrah (pakaian pencari perhatian/popularitas), tidak menyerupai pakaian laki-laki, tidak menyerupai pakaian kaum lain (yahudi, nasrani), tidak diberi wewangian, menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.
• Lalu kalau ingin tampil cantik bagaimana? Silakan tampil cantik di hadapan suami atau mahram dengan memakai ats tsaub secantik-cantiknya ketika berada di rumah (dengan catatan tidak ada pria non
mahram loh) !
• Untuk keluar rumah, sederhanakan hijab agar tidak jatuh pada tabarruj syar’i tidak pernah bisa disandingkan dengan fashion.
• Hijab juga bukan pelarian para fashionista yang menjadikan gaya hijab sebagai style baru dalam dunia fashion.
• Menginisiasi hijab modis dengan alasan agar hijab dapat lebih diterima masyarakat, bukan pilihan bijaksana, sebab jika masyarakat mengikutinya, kita sebagai inisiatornya bisa kena dosa jariyah (hiii
na’udzu billahi min dzalik), jadi sebaiknya
bagaimana? gunakan hijab syar’i dan syiarkan ! :)

Oke yuk di share biar pada tau :) thanks ... -ima-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar